Designers Revolt
I do highly praised and saluted with the spirit of these company
I do highly praised and saluted with the spirit of these company
A song which always broke my heart.
Dear my brothers and sisters, please be strong, my pray will always with you
Free Palestine
Hidup seperti Hamba Sahaya
Berilmu seperti Ilmuwan
Berjiwa seperti Panglima
Berakhlak seperti Ulama
-Anonim-
I have seen this video since few years ago and i still love it ! :)
Akhir2 ini saya lebih banyak menyimak perkembangan berita tentang perbaikan dan peningkatan kualitas angkatan bersenjata kita.
Mulai dari pembelian pesawat ringan Super Tucano dari Brasil, hibah 24 buah F16 bekas dari US, pembelian 6 pesawat sukhoi, 3 kapal selam dari Korea Selatan, hingga rencana pembelian 100 tank Leopard bekas dari Belanda.

Sepanjang sejarah bangsa ini, khusus pada rencana yang berkaitan dengan senjata bekas dari negara2 NATO, selalu dilengkapi dengan embel2 dan maksud2 tertentu.
Misalnya tank ringan Scorpion buatan UK yang kita beli tahun 70an, tidak boleh digunakan untuk memerangi gerakan separatis di Aceh. Padahal kita sudah beli lunas sejak lama. Hal ini juga terjadi pada rencana pembelian 100 tank Leopard bekas dari Belanda ini, belum dibeli tapi sudah dilengkapi dengan embel2.
Kemudian pemberian 24 buah F16 bekas dari US yang bersamaan dengan rencana penempatan 2500 marinir US di Darwin. Hal ini jelas hanya untuk menarik hati Jakarta agar mau diajak untuk ikut membendung Beijing.
Jangan pernah kita bergembira dengan penawaran senjata dari Barat, terutama dari US, karena pada akhirnya hal itu tetap tidak akan pernah mengubah peta kekuatan kawasan. Sekutu terdekat mereka akan tetap lebih diutamakan.
Sebagai contoh, meskipun kita ditawari 24 buah F16 bekas (dua skuadron) kita tetap harus mengupgrade karena teknologinya sudah tertinggal. Pada akhirnya TNI AU kita tetap susah menyaingi Royal Singapore Air Force atau Royal Australian Air Force. Kenapa? karena Singapura dan Australia adalah anggota Joint Strike Fighter, sebuah kerjasama multi negara maju pimpinan US untuk mengembangkan pesawat tempur masa depan, hasilnya diantaranya adalah F35 JSF yang menjadi pesawat paling canggih saat ini. Perkiraan Singapore akan mendapat pengiriman pertamanya pada 2015-2016.

Sebagai simulasinya, F35 akan dapat menghancurkan F16 sebelum pilot F16 tsb menyadari bahwa dia sedang diincar.
Menurut saya sebenarnya kebijakan Dephan sudah tepat, untuk senjata dengan teknologi medium kita lebih baik membuat secara domestik, seperti panser Anoa, atau kapal patroli cepat trimaran. Sedangkan untuk teknologi tinggi kita melakukan joint development seperti pembuatan kapal korvet kelas Sigma dan pesawat tempur stealth generasi 4.5 KFX/IFX dengan Korea Selatan.

Lebih baik lupakan saja untuk mendekat ke Barat dalam urusan senjata. Lebih baik kita mencontoh India yang lebih merapat ke Rusia dan Cina sehingga sekarang India berhasil membuat rudal tercepat di dunia Brahmos, dapat memproduksi armada Sukhoinya sendiri atas lisensi, serta memiliki kapal induk.

Ingat, Indonesia ada di tengah2 persaingan global di masa depan, Washington dengan dukungan Australia, Singapura dan Filipina melawan Beijing dengan dukungan Vietnam dan Rusia.
breathtaking paintings!
Stunningly beautiful old rolls royce *ngacay
Industrial Designer I Freelance Writer I Culture Lover I Numismatists
www.fitorioleksono.tk